Garut,RRI (selasa,27 jan, 09)
- Sebanyak 250 orang warga Kabupaten Garut, Barat yang menjadi korban bencana longsor dan banjir lumpur gunung Mandalawangi tahun 2002, Selasa siang mendatangi gedung DPRD setempat guna menuntut pemerataan pembayaran ganti rugi.Aksi ratusan warga Kecamatan Kadungora itu menuntut pihak DPRD turun tangan karena pembayaran ganti rugi hanya diterima sebagian warga korban.Pengadilan Negeri Garut mengabulkan gugatan warga korban bencana alam kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk membayar ganti rugi Rp2,5 miliar.
Menurut Deden dan Rosyad, diantara rombongan warga yang datang ke gedung DPRD Garut, mereka mendapatkan informasi ratusan warga lainnya telah lama mendapatkan pembayaran ganti rugi.Sebanyak 250 orang warga datang menggunaan 23 unit angkot dan menggunakan sepeda motor termasuk ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka. Perwakilan warga diterima para anggota dewan di ruang rapat paripurna utama, yang juga antara lain hadir Camat Kadungora Aang Suhana dan Kepala Dinas Kehutanan setempat Edy Muharam. Kalangan DPRD Garut mengemukakan secara bergantian masih dilakukannya evaluasi APBD 2009 oleh Gubernur, sehingga menjadi penyebab lambatnya penyaluran dana yang nilai totalnya mencapai Rp 2,5 miliar, Sementara itu para pengunjukrasa terus berorasi termasuk kalangan ibu-ibu
secara bergantian menuntut hak mereka, yang selama ini dinilai belum diperoleh secara adil.Irwan Rudiawan
Senin, 26 Januari 2009
Aceng Fikri Optimalkan Fungsi Staf Ahli Bupati
Garut,RRI(SELASA 27,JAN 09)
- Bupati Kabupaten Garut , Aceng HM Fikri mengawali kerja pertamanya berjanji akan memberdayakan staf ahli sesuai bidang keahlian untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.pihaknya akan mendesak badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (bapejakat) pemkab Garut untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi (tufoksi) kelima staf ahli bupati yang berada disetda Garut agar berfungsi secara maksimal.demikian ditegaskan Aceng Fikir usai menggelar apel gabungan di lapangan setda Garut tadi pagi. Aceng yang baru sepekan dilantik dengan nada humor mengatakan "padahal ada lima staf ahli kok bupati yang terdahulu bisa masuk penjara, Aceng Fikiri berharap para staf ahli tersebut dapat menymbangkan pemikiran untuk kemajuan pembangunan kabupaten Garut.Sementara itu Wakil Bupati Garut, Diky Candra yang juga pemain sinetron mengaku mendapat kabar tentang lima orang staf ahli yang ada di Garut selama ini hanya makan gaji buta."untuk Kedepannya tentu tidak perlu lagi terjadi, karena pemikiran dari para staf ahli yang terdiri dari para birokrat senior itu sangat dibutuhkan sebagai masukan bagi perencanaan dan kebijakan pembangunan," ucapnya.
Kelima staf ahli juga diminta untuk dapat menyediakan format segar dan cerdas termasuk dalam mengurai bahkan menghilangkan ego sektoral yang selama ini masih membelenggu di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Menurut Bupati Aceng HM Fikri, adanya dukungan optimal SKPD dalam melengkapi kebijakannya yang telah disepakati bersama, dengan melakukan tugas pembinaan, pengawasan serta pengendalian supaya tidak mudah melakukan penyimpangan, yang harus sedini mungkin dicegah dan diingatkannya.Juga diingatkan pentingnya seluruh jajaran menyamakan kerangka berpikir untuk bekerjasama dan berbagai tugas dengan tetap menjalin dan memelihara komunikasi publik, namun jangan menutup mata terhadap kekurangan, katanya.Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Garut mendapatkan ucapan selamat dari ribuan pegawai di lingkungan Pemkab dan Setda Garut, bersilaturahmi dan
bersalaman secara bergiliran di lapangan apel Sekda tersebut.Irwan Rudiawan
- Bupati Kabupaten Garut , Aceng HM Fikri mengawali kerja pertamanya berjanji akan memberdayakan staf ahli sesuai bidang keahlian untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.pihaknya akan mendesak badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (bapejakat) pemkab Garut untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi (tufoksi) kelima staf ahli bupati yang berada disetda Garut agar berfungsi secara maksimal.demikian ditegaskan Aceng Fikir usai menggelar apel gabungan di lapangan setda Garut tadi pagi. Aceng yang baru sepekan dilantik dengan nada humor mengatakan "padahal ada lima staf ahli kok bupati yang terdahulu bisa masuk penjara, Aceng Fikiri berharap para staf ahli tersebut dapat menymbangkan pemikiran untuk kemajuan pembangunan kabupaten Garut.Sementara itu Wakil Bupati Garut, Diky Candra yang juga pemain sinetron mengaku mendapat kabar tentang lima orang staf ahli yang ada di Garut selama ini hanya makan gaji buta."untuk Kedepannya tentu tidak perlu lagi terjadi, karena pemikiran dari para staf ahli yang terdiri dari para birokrat senior itu sangat dibutuhkan sebagai masukan bagi perencanaan dan kebijakan pembangunan," ucapnya.
Kelima staf ahli juga diminta untuk dapat menyediakan format segar dan cerdas termasuk dalam mengurai bahkan menghilangkan ego sektoral yang selama ini masih membelenggu di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Menurut Bupati Aceng HM Fikri, adanya dukungan optimal SKPD dalam melengkapi kebijakannya yang telah disepakati bersama, dengan melakukan tugas pembinaan, pengawasan serta pengendalian supaya tidak mudah melakukan penyimpangan, yang harus sedini mungkin dicegah dan diingatkannya.Juga diingatkan pentingnya seluruh jajaran menyamakan kerangka berpikir untuk bekerjasama dan berbagai tugas dengan tetap menjalin dan memelihara komunikasi publik, namun jangan menutup mata terhadap kekurangan, katanya.Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Garut mendapatkan ucapan selamat dari ribuan pegawai di lingkungan Pemkab dan Setda Garut, bersilaturahmi dan
bersalaman secara bergiliran di lapangan apel Sekda tersebut.Irwan Rudiawan
Minimnya Rambu dan Pembatas jalan Salah satu Indikator Terperosoknya BIs Kramatjati
Garut,RRI (selasa,27,Jan,09)
Kepala Dinas perhubungan kabupaten Garut HIlman Farid mengungkapkan,pasca indikasi terperosoknya bus KRamat Djati bernomor polisi D 7859 DA jurusan Wonosobo Bnadung sedalam 80 M lebih yang menewaskan 6 orang dan puluhan lainnya luka luka di KP.Parahulu,Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Garut belum dapat disimpulkan,namun terindikasi kuat akibat spori yang mengantuk.Hilman Farid mengakui jika jalur Garut utara antara lintasan Malangbong Tasimalaya -Bandung yanga merupakan jalur profinsi atau negara merupakan wilayah titik rawan kecelakaan yang diperparah oleh minimnya rambu rambu lalulintas yang memerlukan penambahan dan harus direcovery kembali. Disamping itu, kondisi insfratuktur syarat tikungan tajam yang diapit oleh sisi kiri dan kanan jurang sehingga banyak kendaraan baik roda maupun empat mengalami overway disetiap tikungan sehingga diperlukan tambahan pembangunan tembok pemngaman diantara dua sisi jurang tersebut,jik perlu menurut Hilman insfratukturnya diganti dengan gatheril yang terbuat dari logam juga ditammbah dengan lampu lampu peringatan lainnya.Untuk 2009 Dinas perhubungan Garut telah mengususlkan perbaikan insfratuktur sesuai dengan rengan rekayasa managemen lalu lintas,termasuk penambahan fasilitas lalu lintas lainnya. IRwan Rudiawan
Kepala Dinas perhubungan kabupaten Garut HIlman Farid mengungkapkan,pasca indikasi terperosoknya bus KRamat Djati bernomor polisi D 7859 DA jurusan Wonosobo Bnadung sedalam 80 M lebih yang menewaskan 6 orang dan puluhan lainnya luka luka di KP.Parahulu,Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Garut belum dapat disimpulkan,namun terindikasi kuat akibat spori yang mengantuk.Hilman Farid mengakui jika jalur Garut utara antara lintasan Malangbong Tasimalaya -Bandung yanga merupakan jalur profinsi atau negara merupakan wilayah titik rawan kecelakaan yang diperparah oleh minimnya rambu rambu lalulintas yang memerlukan penambahan dan harus direcovery kembali. Disamping itu, kondisi insfratuktur syarat tikungan tajam yang diapit oleh sisi kiri dan kanan jurang sehingga banyak kendaraan baik roda maupun empat mengalami overway disetiap tikungan sehingga diperlukan tambahan pembangunan tembok pemngaman diantara dua sisi jurang tersebut,jik perlu menurut Hilman insfratukturnya diganti dengan gatheril yang terbuat dari logam juga ditammbah dengan lampu lampu peringatan lainnya.Untuk 2009 Dinas perhubungan Garut telah mengususlkan perbaikan insfratuktur sesuai dengan rengan rekayasa managemen lalu lintas,termasuk penambahan fasilitas lalu lintas lainnya. IRwan Rudiawan
Minggu, 25 Januari 2009
6 TEWAS DAN PULUHAN LAINNYA LUKA LUKA DALAM PERISTIWA TERPEROSOKNYA BIS KRAMAT DJATI
GARUT/RRI (SENIN/26 JAN/09)
DIDUGA AKIBAT SOPIRNYA MENGANTUK/SEBUAH BUS KERAMAT DJATI JURUSAN BANDUNG - WONOSOBO TERGULING DAN MASUK JURANG SEDALAM 80 METER DIKAWASAN JALAN RAYA GENTONG MALANGBONG GARUT/JAWA BARAT// PULUHAN PENUMPANGNYA SEBAGIAN TEWAS DAN KINI DALAM PROSES IDENTIFIKASI POLISI/ BEBERAPA DIANTARA KORBAN TEWAS MASIH TERJEPIT DIANTARA BADAN BUS// PERISTIWA MAUT KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENELAN BANYAK KORBAN MENINGGAL INI/ TERJADI DI JALUR RAWAN KECELAKAAN TEPATNYA DIJALAN RAYA MALANGBONG GARUT/TEPATNYA DI KP PARA HULU/ DESA SUKARATU KECAMATAN MALANGBONG// KONDISI BUS YANG MENGALAMI KECELAKAAN INI DALAM KEADAAN RUSAK PARAH DENGAN KONDISITERBALIK SETELAH TERJUN KEDASAR JURANG SEDALAM LEBIH DARI 80 METER//PULUHAN PENUMPANGNYA SEBAGIAN BESAR TELAH BERHASIL DIEVAKUASI PETUGAS POLISI DAN TNI SERTA BANTUAN WARGA SEKITAR//DI ANTARA PULUHAN PENUMPANGNYA YANG MASIH DALAM IDENTIFIKASI PIHAK KEPOLISIAN DUA ORANG KORBAN TERLIHAT MASIH BERADA DIBAWAH TERTIMPA BAGIAN ATAP BUS YANG POSISINYA TERBALIK/SEHINGGA BELUM BISA DIEVAKUASI KARENA PETUGAS DAN WARGA KESULITAN MENGINGAT SEMPITNYALOKASI TEMPAT BIS NAHAS TERSEBUT TERJUNGKAL// BIS NAHAS BERNOMOL POLISI D 7859 AD TERSEBUT DIKENDARAI SOPIR BERNAMA JAJANG SAEPUL (45)YANG TEWAS SEKETIKA// BUS INI MEMBAWA PULUHAN PENUMPANGNYA DENGAN TUJUAN BANDUNG DARI TASIKMALAYA//HINGGA PUKUL 10.30 TADI SIANG PUING-PUING BUS TERSEBUT MASIH BERADA DIDASAR JURANG DAN PETUGAS BELUM BERHASIL MENGANGKATNYA KARENA MASIH KESULITANMENGINGAT DALAMNYA JURANG TERSEBUT//DI BAGIAN LAIN MENURUT KAPOLWIL PRIANGAN JAWA BARAT KOMBES ANTON CHARLIAN MENGUNGKAPKAN SEMENTARA JUMLAH YANG TEWAS AKIBAT PERISTIWA TERPEROSOKNYA BIS KRAMAT JATI YANG BERPENUMPANG 29 ORANG TERSEBUT 6 ORANG DIANTARANYA DINYATAKAN TEWAS MASING MASING ATAS NAMA IMAN HUJAENI (44) WARGA CIJAURA GIRANG BANDUNG/KARINA (15) WARGA CIJAURA GIRANG BANDUNG/TUKIMIN (43) PERMATA BIRU BANDUNG/WINARSIH (40) PERMATA BIRU CINUNUK BANDUNG/JAJANG SAEFUL (42) WARGA KP ANDIR CIPARAY BANDUNG SERTA NYONYA SICANG (70) WARGA KARANG BULUAN JATIANOM KLATEN JATEN DAN PULUHAN ORANG LAINNYA MENGALAMI LUKA LUKA/ KINI BAIK KORBAN YANG TEWAS MAUPUN YANG MENGALAMI LUKA LUKA SEBAGIAN TELAH DI EVAKUASI KE RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN DAN ADA JUGA YANG MASIH DIRAWAT DIPUSKESMAS MALANGBONG. IRWAN RUDIAWAN
DIDUGA AKIBAT SOPIRNYA MENGANTUK/SEBUAH BUS KERAMAT DJATI JURUSAN BANDUNG - WONOSOBO TERGULING DAN MASUK JURANG SEDALAM 80 METER DIKAWASAN JALAN RAYA GENTONG MALANGBONG GARUT/JAWA BARAT// PULUHAN PENUMPANGNYA SEBAGIAN TEWAS DAN KINI DALAM PROSES IDENTIFIKASI POLISI/ BEBERAPA DIANTARA KORBAN TEWAS MASIH TERJEPIT DIANTARA BADAN BUS// PERISTIWA MAUT KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENELAN BANYAK KORBAN MENINGGAL INI/ TERJADI DI JALUR RAWAN KECELAKAAN TEPATNYA DIJALAN RAYA MALANGBONG GARUT/TEPATNYA DI KP PARA HULU/ DESA SUKARATU KECAMATAN MALANGBONG// KONDISI BUS YANG MENGALAMI KECELAKAAN INI DALAM KEADAAN RUSAK PARAH DENGAN KONDISITERBALIK SETELAH TERJUN KEDASAR JURANG SEDALAM LEBIH DARI 80 METER//PULUHAN PENUMPANGNYA SEBAGIAN BESAR TELAH BERHASIL DIEVAKUASI PETUGAS POLISI DAN TNI SERTA BANTUAN WARGA SEKITAR//DI ANTARA PULUHAN PENUMPANGNYA YANG MASIH DALAM IDENTIFIKASI PIHAK KEPOLISIAN DUA ORANG KORBAN TERLIHAT MASIH BERADA DIBAWAH TERTIMPA BAGIAN ATAP BUS YANG POSISINYA TERBALIK/SEHINGGA BELUM BISA DIEVAKUASI KARENA PETUGAS DAN WARGA KESULITAN MENGINGAT SEMPITNYALOKASI TEMPAT BIS NAHAS TERSEBUT TERJUNGKAL// BIS NAHAS BERNOMOL POLISI D 7859 AD TERSEBUT DIKENDARAI SOPIR BERNAMA JAJANG SAEPUL (45)YANG TEWAS SEKETIKA// BUS INI MEMBAWA PULUHAN PENUMPANGNYA DENGAN TUJUAN BANDUNG DARI TASIKMALAYA//HINGGA PUKUL 10.30 TADI SIANG PUING-PUING BUS TERSEBUT MASIH BERADA DIDASAR JURANG DAN PETUGAS BELUM BERHASIL MENGANGKATNYA KARENA MASIH KESULITANMENGINGAT DALAMNYA JURANG TERSEBUT//DI BAGIAN LAIN MENURUT KAPOLWIL PRIANGAN JAWA BARAT KOMBES ANTON CHARLIAN MENGUNGKAPKAN SEMENTARA JUMLAH YANG TEWAS AKIBAT PERISTIWA TERPEROSOKNYA BIS KRAMAT JATI YANG BERPENUMPANG 29 ORANG TERSEBUT 6 ORANG DIANTARANYA DINYATAKAN TEWAS MASING MASING ATAS NAMA IMAN HUJAENI (44) WARGA CIJAURA GIRANG BANDUNG/KARINA (15) WARGA CIJAURA GIRANG BANDUNG/TUKIMIN (43) PERMATA BIRU BANDUNG/WINARSIH (40) PERMATA BIRU CINUNUK BANDUNG/JAJANG SAEFUL (42) WARGA KP ANDIR CIPARAY BANDUNG SERTA NYONYA SICANG (70) WARGA KARANG BULUAN JATIANOM KLATEN JATEN DAN PULUHAN ORANG LAINNYA MENGALAMI LUKA LUKA/ KINI BAIK KORBAN YANG TEWAS MAUPUN YANG MENGALAMI LUKA LUKA SEBAGIAN TELAH DI EVAKUASI KE RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN DAN ADA JUGA YANG MASIH DIRAWAT DIPUSKESMAS MALANGBONG. IRWAN RUDIAWAN
Baperjakat Tidak Miliki komitmen Pembenahan birokrasi Pemkab Garut
Garut,RRI (minggu, 25 Jan, 09)
Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut Ahab Syihabuddin menyatakan penilaiannya, penempatan aparat Pemkab dan Setda Garut semakin acak-acakan dan tidak terkonsep secara baik dan profesional.Itu terjadi, katanya, akibat Baperjakat tidak memiliki komitmen untuk melakukan pembenahan dan pendayagunaan aparatur pemerintahan berdasarkan kompetensi.Dengan demikian, lanjutnya, dalam penentuan dan penempatan personil pada posisi jabatan struktural nyaris seluruh eselon termasuk pejabat fungsional, tidak mencerminkan keseriusan untuk meningkatkan kualitas kinerja jasa layanan kepada publik.Melainkan cenderung mengesankan hanya mementingkan kelompok, yang diperparah kondisi penempatan staf personil pada masing-masing SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) yang sangat semrawut dan tidak tuntas pendistribusiannya.Oleh karena itu, tegasnya, Komisi A DPRD Garut harus segera melakukan pemanggilan kepada Baperjakat untuk meminta keterangan serta pertanggungjawaban atas kinerjanya selama ini.Sedangkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih periode 2009-2014, ia mengharapkan agar kondisi pemerintahan 'acak-acakan' tersebut dijadikan pekerjaan rumahnya, untuk melakukan reformasi birokrasi, reformasi keuangan secara lugas dan tuntas.Selain itu ia berharap bupati dan wakil bupati terpilih, dapat menjaga independensinya, tidak dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan luar, sebagai tanggungjawab terhadap kemajuan pemerintahan Kabupaten Garut.Harapan senada diungkapkan Pengamat hukum di Jawa Barat, Dindin Maolani yang mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Garut agar menjauhi kelompok kepentingan dan golongan termasuk kelompok premanisme.Mereka selalu memanfaatkan jabatan bupati dan wakilnya untuk kepentingan sendiri, sedangkan rakyat banyak menjadi terlantar, kata Dindin Maolani kepada RRI menyikapi telah dilantiknya Aceng HM Fikri dan Dicky Candra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2009-2014 di DPRD Garut, Jumat lalu.Namun potensi tenaga dan pikiran yang masih jernih serta dukungan murni dari masyarakat tersebut, katanya, patut tetap akomodatif terhadap pimpinan sebelumnya sekaligus bisa menghimpun para pakar dari berbagai keakhlian untuk membangun Garut.Ia mengatakan, mengingat dinamika politik Garut yang sangat dinamis, keduanya harus bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat termasuk mengakumulasikan semua keinginan rakyat.Oleh karena itu Bupati dan Wakil Bupati Garut yang baru dilantik hendaknya jangan mau didikte khususnya pada konsepsi model-model lama, melainkan tetap optimis melangkah ke depan. Irwan Rudiawan
Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut Ahab Syihabuddin menyatakan penilaiannya, penempatan aparat Pemkab dan Setda Garut semakin acak-acakan dan tidak terkonsep secara baik dan profesional.Itu terjadi, katanya, akibat Baperjakat tidak memiliki komitmen untuk melakukan pembenahan dan pendayagunaan aparatur pemerintahan berdasarkan kompetensi.Dengan demikian, lanjutnya, dalam penentuan dan penempatan personil pada posisi jabatan struktural nyaris seluruh eselon termasuk pejabat fungsional, tidak mencerminkan keseriusan untuk meningkatkan kualitas kinerja jasa layanan kepada publik.Melainkan cenderung mengesankan hanya mementingkan kelompok, yang diperparah kondisi penempatan staf personil pada masing-masing SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) yang sangat semrawut dan tidak tuntas pendistribusiannya.Oleh karena itu, tegasnya, Komisi A DPRD Garut harus segera melakukan pemanggilan kepada Baperjakat untuk meminta keterangan serta pertanggungjawaban atas kinerjanya selama ini.Sedangkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih periode 2009-2014, ia mengharapkan agar kondisi pemerintahan 'acak-acakan' tersebut dijadikan pekerjaan rumahnya, untuk melakukan reformasi birokrasi, reformasi keuangan secara lugas dan tuntas.Selain itu ia berharap bupati dan wakil bupati terpilih, dapat menjaga independensinya, tidak dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan luar, sebagai tanggungjawab terhadap kemajuan pemerintahan Kabupaten Garut.Harapan senada diungkapkan Pengamat hukum di Jawa Barat, Dindin Maolani yang mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Garut agar menjauhi kelompok kepentingan dan golongan termasuk kelompok premanisme.Mereka selalu memanfaatkan jabatan bupati dan wakilnya untuk kepentingan sendiri, sedangkan rakyat banyak menjadi terlantar, kata Dindin Maolani kepada RRI menyikapi telah dilantiknya Aceng HM Fikri dan Dicky Candra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2009-2014 di DPRD Garut, Jumat lalu.Namun potensi tenaga dan pikiran yang masih jernih serta dukungan murni dari masyarakat tersebut, katanya, patut tetap akomodatif terhadap pimpinan sebelumnya sekaligus bisa menghimpun para pakar dari berbagai keakhlian untuk membangun Garut.Ia mengatakan, mengingat dinamika politik Garut yang sangat dinamis, keduanya harus bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat termasuk mengakumulasikan semua keinginan rakyat.Oleh karena itu Bupati dan Wakil Bupati Garut yang baru dilantik hendaknya jangan mau didikte khususnya pada konsepsi model-model lama, melainkan tetap optimis melangkah ke depan. Irwan Rudiawan
Mental dan Moralitas Aparat Pemkab dan Setda Garut dinilai Berkondisi Rendah
Garut,RRI (Minggu,25 Jan,09)
- Komisi A DPRD Garut yang membidangi pemerintahan diagendakan Selasa (27/1) mendatang menggelar rapat internal, untuk membahas pemanggilan Baperjakat (Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan) Pemkab dan Setda setempat.Wakil Ketua Komisi, Ahab Syihabuddin, menegaskan kepada RRI.com di Garut, Ahad, pemanggilan tersebut dinilai sangat mendesak dengan maksud untuk mengembalikan proses atau mekanisme penempatan jabatan yang harus sesuai dengan peraturan berlaku.Komisinya juga akan mendesak Baperjakat yang diketuai Sekda (Sekretaris Daerah), Wowo Wibowo agar melaksanakan keterbukaan, bisa menjaring aspirasi secara "bottom-up", didasari DUK (daftar urut kepangkatan) serta melakukan "fit and proper test" pada setiap penempatan pejabat, tegasnya.Karena hingga kini diindikasikan nilai-nilai mental dan moralitas aparat Pemkab dan Setda Garut, sebagian besar masih berkondisi sangat rendah, bahkan bukan satu dan dua kali terjerumus ke dalam lubang permasalahan serupa yang terjadi berulangkali setiap tahun.Sehingga timbul kekhawatiran bisa menggiring kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, yang baru dilantik Jumat lalu itu, untuk dibawa ke 'kubangan lumpur' yang sama, ungkap Syihabuddin.Terbukti kualitas layanan publik belum sepenuhnya mendapatkan atensi yang serius termasuk jasa layanan publik yang selama ini diudarakan radio penyiaran Intan-FM, sama sekali tidak mendapatkan alokasi pemeliharaan serta biaya operasionalnya, mengakibatkan lembaga tersebut nyaris menyerupai "mayat hidup",.Syihabuddin juga berpendapat, biaya yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan kepada publik malahan diindikasikan banyak masuk ke 'kantong saku' para pejabatnya. Irwan Rudiawan
- Komisi A DPRD Garut yang membidangi pemerintahan diagendakan Selasa (27/1) mendatang menggelar rapat internal, untuk membahas pemanggilan Baperjakat (Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan) Pemkab dan Setda setempat.Wakil Ketua Komisi, Ahab Syihabuddin, menegaskan kepada RRI.com di Garut, Ahad, pemanggilan tersebut dinilai sangat mendesak dengan maksud untuk mengembalikan proses atau mekanisme penempatan jabatan yang harus sesuai dengan peraturan berlaku.Komisinya juga akan mendesak Baperjakat yang diketuai Sekda (Sekretaris Daerah), Wowo Wibowo agar melaksanakan keterbukaan, bisa menjaring aspirasi secara "bottom-up", didasari DUK (daftar urut kepangkatan) serta melakukan "fit and proper test" pada setiap penempatan pejabat, tegasnya.Karena hingga kini diindikasikan nilai-nilai mental dan moralitas aparat Pemkab dan Setda Garut, sebagian besar masih berkondisi sangat rendah, bahkan bukan satu dan dua kali terjerumus ke dalam lubang permasalahan serupa yang terjadi berulangkali setiap tahun.Sehingga timbul kekhawatiran bisa menggiring kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, yang baru dilantik Jumat lalu itu, untuk dibawa ke 'kubangan lumpur' yang sama, ungkap Syihabuddin.Terbukti kualitas layanan publik belum sepenuhnya mendapatkan atensi yang serius termasuk jasa layanan publik yang selama ini diudarakan radio penyiaran Intan-FM, sama sekali tidak mendapatkan alokasi pemeliharaan serta biaya operasionalnya, mengakibatkan lembaga tersebut nyaris menyerupai "mayat hidup",.Syihabuddin juga berpendapat, biaya yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan kepada publik malahan diindikasikan banyak masuk ke 'kantong saku' para pejabatnya. Irwan Rudiawan
Sabtu, 24 Januari 2009
Diskopas Garut di Indikasikan Gelapkan dana UKM Senilai Rp 2,5 Miliar
Garut,RRI (minggu,25 jan,09)
Sejumlah oknum pejabat penting dilingkungan Diskopas (Dinas Koperasi dan Pasar) Kabupaten Garut, yang kini berubah status menjadi Dinas Perdagangan,Industri, koperasi dan Pasar, diduga telah menelikung sebagian dana dari nilai Rp 2,5 Miliar. Menyusul pada tahun anggaran 2006 lalu, Diskopas setempat mendapat kucuran dana tersebut untuk prgram bantuan stimulan modal kerja bagi UKM (usaha kecil dan menengah) dan koperasi, namun diindikasikan kuat diperuntukan bagi sejumlah oknum pejabatnya. Padahal seharusnya diperuntukan sebagai stimulan bagi modal kerja dan koperasi masing masing sebesar Rp 25 Juta untuk 73 UKM dikabupaten Garut.Namun kenyataannya rata rata hanya menerima berkisar Rp.2 juta hingga Rp 10 juta,bahkan terdapat delapan pejabat menerima penerima bantuan tersebut.mantan kepala Bidang UKM Diskopas Garut yang kini menjabat kepala bagian keuangan Sekertaris Dewan (sekwam) DPRD garut Nia gania mengakui adanya program tersebut namun dirinya sama sekali tidak diberkan kewenangan oleh Kepala Dinas waktu itu untuk mengelolanya sehingga terkesan penyaluran anggaran tersebut tidak melalui porsedur mekanisme.malahan menurut Gania pihaknya sempat menanyakan mengenai bantuan ini,yang direspon oleh atasannya seolah tidak mau dicampurtangani,juga pernah menerima disposisi agar kerbadaan bantuan tersebut untuk tidak diberitahukan kepada masyrakat.sementara itu sejak lama terdapat tumpukan pengajuan profosal bantuan dari UKM dan koperasi di Bagian Tata Usaha sebelum program digulirkan, yang programnya sendiri belum sempat pernah disosialisasikan.Sedangkan kejanggalan lainnya,ketika dilakukan pencairan dana terdapat seseorang mengaku suruhan Kepala Dinas untuk melakukan pungutan 15 prosen, terkait banyaknya kekeliruan tersebut dalam penyaluran dana bantuan UKM itu, Gania bersedia memberikan kesaksian kepada pihak manapun yang mengusut indikasi kasus tersebut. Dihubungi terpisah mantan Kepala Dinas Diskopas Syamsudin yang kini ditendang menjadi staf ahli bupati memilih bungkam terkait keterlibatannya dalam kasus penyelewengan anggaran UKM milyaran rupiah tersebut dan hanya berkilah bahwa segala sesuatunya telah dilaksanakan sebagaimana menstinya.Dibagian lain, berbagai kalangan termasuk pengurus sejumlah UKM dan Koperasi menghendaki adanya pengusutan dari pihak berwenang. (Irwan Rudiawan)
Sejumlah oknum pejabat penting dilingkungan Diskopas (Dinas Koperasi dan Pasar) Kabupaten Garut, yang kini berubah status menjadi Dinas Perdagangan,Industri, koperasi dan Pasar, diduga telah menelikung sebagian dana dari nilai Rp 2,5 Miliar. Menyusul pada tahun anggaran 2006 lalu, Diskopas setempat mendapat kucuran dana tersebut untuk prgram bantuan stimulan modal kerja bagi UKM (usaha kecil dan menengah) dan koperasi, namun diindikasikan kuat diperuntukan bagi sejumlah oknum pejabatnya. Padahal seharusnya diperuntukan sebagai stimulan bagi modal kerja dan koperasi masing masing sebesar Rp 25 Juta untuk 73 UKM dikabupaten Garut.Namun kenyataannya rata rata hanya menerima berkisar Rp.2 juta hingga Rp 10 juta,bahkan terdapat delapan pejabat menerima penerima bantuan tersebut.mantan kepala Bidang UKM Diskopas Garut yang kini menjabat kepala bagian keuangan Sekertaris Dewan (sekwam) DPRD garut Nia gania mengakui adanya program tersebut namun dirinya sama sekali tidak diberkan kewenangan oleh Kepala Dinas waktu itu untuk mengelolanya sehingga terkesan penyaluran anggaran tersebut tidak melalui porsedur mekanisme.malahan menurut Gania pihaknya sempat menanyakan mengenai bantuan ini,yang direspon oleh atasannya seolah tidak mau dicampurtangani,juga pernah menerima disposisi agar kerbadaan bantuan tersebut untuk tidak diberitahukan kepada masyrakat.sementara itu sejak lama terdapat tumpukan pengajuan profosal bantuan dari UKM dan koperasi di Bagian Tata Usaha sebelum program digulirkan, yang programnya sendiri belum sempat pernah disosialisasikan.Sedangkan kejanggalan lainnya,ketika dilakukan pencairan dana terdapat seseorang mengaku suruhan Kepala Dinas untuk melakukan pungutan 15 prosen, terkait banyaknya kekeliruan tersebut dalam penyaluran dana bantuan UKM itu, Gania bersedia memberikan kesaksian kepada pihak manapun yang mengusut indikasi kasus tersebut. Dihubungi terpisah mantan Kepala Dinas Diskopas Syamsudin yang kini ditendang menjadi staf ahli bupati memilih bungkam terkait keterlibatannya dalam kasus penyelewengan anggaran UKM milyaran rupiah tersebut dan hanya berkilah bahwa segala sesuatunya telah dilaksanakan sebagaimana menstinya.Dibagian lain, berbagai kalangan termasuk pengurus sejumlah UKM dan Koperasi menghendaki adanya pengusutan dari pihak berwenang. (Irwan Rudiawan)
Langganan:
Postingan (Atom)