Rabu, 28 Januari 2009

RRI BANDUNG PEGANG TEGUH NETRALITAS

Radio Republik Indonesia Stasiun Bandung , bertekad memegang teguh netralitas didalam pemilu 2009 dan memberikan pelayanan yang sama kepada semua partai politik peserta pemilu. " Tidak ada partai yang diistimewakan , artinya semua partai menerima pelayanan yang adil " tegas Kepala RRi Stasiun Bandung Bochri Rachman ketika bertemu dengan pimpinan partai tingkat Propinsi Jawa Barat rabu di Ruang Rapat RRI Bandung . Pertemuan tersebut untuk memberikan informasi tentang posisi RRI dan pelayanan publik dari RRI kepada Partai pada Pemilu 2009 . Sebagai Lembaga Penyiaran Publik , RRI berada pada zone netral dan independen . RRI mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak komersial . Setelah reformasi lebih-lebih dengan UU nor 32/2002 dan PP no 12 tahun 2005 , RRI tidak lagi menjadi corong pemerintah , akan tetapi RRI menjadi milik bangsa artinya milik seluruh lapisan masyarakat . Pada bulan pebruari RRI Bandung akan menyelenggarakan debat partai secara periodik setiap rabu sore pukul 15.00 s/d 16.30 wib . Dalm pertemuan yang dihadiri 20 pimpinan partai politik di Jawa Barat dilakukan pengundian urutan peserta debat partai .(RRI)

Diki CandraTergugah Renovasi gedung Perkantoran yang Rusak Terabaikan

Garut,RRI (Rabu,28,Jan,09)
Terkait masih maraknya insfratukutur bangunanan fisik kantor dinas dan instansi dilingkungan pemkab dan setda Garut yang mengalami kerusakan dan karena selama ini terabaikan dan tidak pernah tersentuh dan dirawat secara afik hal itu menggugah wakil bupati Garut Diki Candra saat melakukan inveksi mendadak sidak disejumlah dinas dan instansi perkantoran setda Garut dalam mengawali rangkaian tugas pertamanya sebagai wakil bupati Garut.
Diki candra mengakui jika saat ini masih banyak kantor dinas dan instansi yang harus dibenahi dan diperbaiki seefektif dan seefesian mungkin,lebih ekonomis dan tidak pemborosan terhadap anggaran.Diki yang ditemui saat menyempatkan diri untuk makan siang bersama sejumlah wartawan dan karyawan pemda sambil berphoto ria dikantin setda Garut itu kepada RRI mengatakan tidak nyamannya kondisi suasana kantor akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang turut tidak nyaman namun sebaliknya apabila suasana kantor dalam kondisi nyaman maka akan berpengaruh terhadap nyamannya nuansa dan suasana kerja sekitar 22 ribu karyawan pemda yang tersebar dikabupaten Garut. Menurut Diki Candra yang sudah mulai mengenakan seragam kerja khas pemda tersebut menegaskan jika besaran anggaran yang dikeluarkan untuk merenovasi dan mendirikan bangunan fisik baru tidak menjadi ukuran apabila ditempati tidak nyaman dan sepi seperti di kuburan hanya pemborosan terhadap anggaran Diki menambahkan seraya mencontohkan ibarat membeli sepatu murah dengan merek standar atau biasa namun nyaman untuk dipakai dibanding membeli sepatu dengan
harga mahal namun tidak cocok dan tidak nyaman untuk dipakai.meski banyaknya keluhan atau kekurangan dalam menjalankan tugas kerja Diki berkelakar jangan dijadikan alasan untuk pesimis atau mogok kerja namun harus tetap melangkah sambil menunggu adanya perubahan. Irwan Rudiawan

Bupati Garut di Catut Penipu Misterius

Garut RRI (rabu,28 jan,09)

Belum juga genap satu minggu dilantik menjadi Bupati Garut, nama Aceng HM Fikri telah dicatut seseorang untuk melakukan penipuan. Modusnya, orang tersebut mengaku sebagai Bupati Garut yang baru saja dilantik dan meminta pemborong agar mentransfer sejumlah uang dengan janji akan diberi proyek.Seperti yang dialami Nana Supriatna (47), salah seorang pengusaha warga Perum Campaka, Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan. Dia mengaku telah dihubungi seseorang yang mengaku Bupati Garut, Ceng Fikri melalui telepon rumahnya. Saat itu, orang tersebut berjanji akan memberikan proyek pemasangan sarana penerangan
jalan umum (PJU) di wilayah selatan sebanyak 300 titik. Namun untuk mendapatkan proyek tersebut, Nana diharuskan mentransfer uang sejumlah Rp 17 juta ke salah satu nomor rekening yang diberikannya Demikian diungkapkan Nana saat dikonfirmasi RRI dkantor bagian imformatika setda Garut. Menurut Nana , karena saat itu dirinya tidak mempunyai uang sebesar yang dimintai orang tersebut, maka dia pun mencoba melakukan penawaran. dan setelah melalui proses tawar menawar, akhirnya disepkati bahwa Nana akan mentransfer dulu uang senilai Rp 5 juta, sedangkan kekurangannya akan ditransfer setelah proyek tersebut
dikerjakan.Dibagian lain , Kabag Imformatika setda Garut Dikdik Hendrajaya menerangkan
bahwa kasus seperti ini bukan hanya terjadi sat ini saja, tapi sudah seringkali terjadi. Bahkan, bukan hanya nama bupati yang pernah dicatut orang tersebut dalam menjalankan aksinya melakukan penipuan, tapi juga nama Muspida lainnya pernah dicatutnya.Dalam kesempatan tersebut, Dikdik menghimbau agar siapa saja yang mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Bupati Garut atau Wakil Bupati Garut yang berjanji memberikan proyek dan meminta ditransfer uang, supaya jangan dipercaya. Hal itu jelas-jelas merupakan aksi penipuan. Irwan Rudiawan

Senin, 26 Januari 2009

Diki Candra Sidak ke Sejumlah Kantor Setda Garut

Garut,RRI (selasa,27,Jan,09)

Mengawali hari kerja pertamanya sebagai wakil bupati Garut Diki Candra melakukan inveksi mendadak (sidak) kesejumlah kantor dinas dan instansi dilingkungan setda Garut, usai apel gabungan dilingkungan setda Garut. Diki Candra yang menyempatkan makan siang dikantin bersama karyawan setda Garut tersebut mengatakan, jika saat ini masih banyak kantor dinas dan instansi dilingkungan pemkab Garut yang harus dibenahi dan diperbaiki seefektif dan seefisien mungkin,lebih ekonomis dan tidak pemborosan terhadap anggaran, menurut Diki yang saat itu tengah mengenakan pakaian seragam khas pemda tersebut berkelakar, apabila kondisi bangunan fisik kantor terlihat nyaman maka akan berpengaruh terhadap nuansa dan suasana dilingkungan kerja itu sendiri. Irwan Rudiawan`

KORBAN LONGSOR MANDALAWANGI GARUT TUNTUT PEMERATAAN GANTI RUGI

Garut,RRI (selasa,27 jan, 09)
- Sebanyak 250 orang warga Kabupaten Garut, Barat yang menjadi korban bencana longsor dan banjir lumpur gunung Mandalawangi tahun 2002, Selasa siang mendatangi gedung DPRD setempat guna menuntut pemerataan pembayaran ganti rugi.Aksi ratusan warga Kecamatan Kadungora itu menuntut pihak DPRD turun tangan karena pembayaran ganti rugi hanya diterima sebagian warga korban.Pengadilan Negeri Garut mengabulkan gugatan warga korban bencana alam kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk membayar ganti rugi Rp2,5 miliar.
Menurut Deden dan Rosyad, diantara rombongan warga yang datang ke gedung DPRD Garut, mereka mendapatkan informasi ratusan warga lainnya telah lama mendapatkan pembayaran ganti rugi.Sebanyak 250 orang warga datang menggunaan 23 unit angkot dan menggunakan sepeda motor termasuk ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka. Perwakilan warga diterima para anggota dewan di ruang rapat paripurna utama, yang juga antara lain hadir Camat Kadungora Aang Suhana dan Kepala Dinas Kehutanan setempat Edy Muharam. Kalangan DPRD Garut mengemukakan secara bergantian masih dilakukannya evaluasi APBD 2009 oleh Gubernur, sehingga menjadi penyebab lambatnya penyaluran dana yang nilai totalnya mencapai Rp 2,5 miliar, Sementara itu para pengunjukrasa terus berorasi termasuk kalangan ibu-ibu
secara bergantian menuntut hak mereka, yang selama ini dinilai belum diperoleh secara adil.Irwan Rudiawan

Aceng Fikri Optimalkan Fungsi Staf Ahli Bupati

Garut,RRI(SELASA 27,JAN 09)
- Bupati Kabupaten Garut , Aceng HM Fikri mengawali kerja pertamanya berjanji akan memberdayakan staf ahli sesuai bidang keahlian untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.pihaknya akan mendesak badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (bapejakat) pemkab Garut untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi (tufoksi) kelima staf ahli bupati yang berada disetda Garut agar berfungsi secara maksimal.demikian ditegaskan Aceng Fikir usai menggelar apel gabungan di lapangan setda Garut tadi pagi. Aceng yang baru sepekan dilantik dengan nada humor mengatakan "padahal ada lima staf ahli kok bupati yang terdahulu bisa masuk penjara, Aceng Fikiri berharap para staf ahli tersebut dapat menymbangkan pemikiran untuk kemajuan pembangunan kabupaten Garut.Sementara itu Wakil Bupati Garut, Diky Candra yang juga pemain sinetron mengaku mendapat kabar tentang lima orang staf ahli yang ada di Garut selama ini hanya makan gaji buta."untuk Kedepannya tentu tidak perlu lagi terjadi, karena pemikiran dari para staf ahli yang terdiri dari para birokrat senior itu sangat dibutuhkan sebagai masukan bagi perencanaan dan kebijakan pembangunan," ucapnya.
Kelima staf ahli juga diminta untuk dapat menyediakan format segar dan cerdas termasuk dalam mengurai bahkan menghilangkan ego sektoral yang selama ini masih membelenggu di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Menurut Bupati Aceng HM Fikri, adanya dukungan optimal SKPD dalam melengkapi kebijakannya yang telah disepakati bersama, dengan melakukan tugas pembinaan, pengawasan serta pengendalian supaya tidak mudah melakukan penyimpangan, yang harus sedini mungkin dicegah dan diingatkannya.Juga diingatkan pentingnya seluruh jajaran menyamakan kerangka berpikir untuk bekerjasama dan berbagai tugas dengan tetap menjalin dan memelihara komunikasi publik, namun jangan menutup mata terhadap kekurangan, katanya.Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Garut mendapatkan ucapan selamat dari ribuan pegawai di lingkungan Pemkab dan Setda Garut, bersilaturahmi dan
bersalaman secara bergiliran di lapangan apel Sekda tersebut.Irwan Rudiawan

Minimnya Rambu dan Pembatas jalan Salah satu Indikator Terperosoknya BIs Kramatjati

Garut,RRI (selasa,27,Jan,09)

Kepala Dinas perhubungan kabupaten Garut HIlman Farid mengungkapkan,pasca indikasi terperosoknya bus KRamat Djati bernomor polisi D 7859 DA jurusan Wonosobo Bnadung sedalam 80 M lebih yang menewaskan 6 orang dan puluhan lainnya luka luka di KP.Parahulu,Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Garut belum dapat disimpulkan,namun terindikasi kuat akibat spori yang mengantuk.Hilman Farid mengakui jika jalur Garut utara antara lintasan Malangbong Tasimalaya -Bandung yanga merupakan jalur profinsi atau negara merupakan wilayah titik rawan kecelakaan yang diperparah oleh minimnya rambu rambu lalulintas yang memerlukan penambahan dan harus direcovery kembali. Disamping itu, kondisi insfratuktur syarat tikungan tajam yang diapit oleh sisi kiri dan kanan jurang sehingga banyak kendaraan baik roda maupun empat mengalami overway disetiap tikungan sehingga diperlukan tambahan pembangunan tembok pemngaman diantara dua sisi jurang tersebut,jik perlu menurut Hilman insfratukturnya diganti dengan gatheril yang terbuat dari logam juga ditammbah dengan lampu lampu peringatan lainnya.Untuk 2009 Dinas perhubungan Garut telah mengususlkan perbaikan insfratuktur sesuai dengan rengan rekayasa managemen lalu lintas,termasuk penambahan fasilitas lalu lintas lainnya. IRwan Rudiawan