Garut,RRI
- Sedikitnya 400 warga dari delapan desa di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengancam melakukan demo besar-besaran terhadap BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat.Alasannya, adanya indikasi terjadinya Pungli (pungutan liar) yang dilakukan oknum kepala desa dan pegawai BPN, terhadap penerima program sertivikasi gratis di delapan desa tersebut, ungkap warga Desa Kandang Mukti, Iyom (45), Jumat.Dikemukakannya, setiap warga penerima sertifikat gratis tersebut malahan dimintai uang berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu oleh kepala desa, dengan dalih untuk kepentingan administrasi serta konsumsi petugas ukur dari BPN.Atas dasar itu, ratusan warga tersebut akan melakukan demo besar-besaran, jika kekecewaannya tidak segera dituntaskan oleh pihak BPN, yang juga mereka nilai mengkomersilkan program tersebut.Kepala Desa Kandang Mukti, Basri mengatakan, pungutan yang dilakukan melalui kepala desa itu, digunakan untuk mengganti biaya pembelian materai serta operasional petugas ukur.Sementara itu pihak BPN Garut, hingga berita ini diturunkan, belum dapat dimintai konfirmasi dengan alasan sibuk. Irwan Rudiawan
Kamis, 22 Januari 2009
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Garut Terpilih Diwarnai Aksi Unjuk Rasa
Garut,RRI (Jumat,23 Jan 09)
Pelantikan Bupati dan wakil bupati garut terpilih Pasangan Aceng Fikri dan Diki Candra di gedung DPRD Garut, diwarnai aksi unjuk rasa, Puluhan aktivis mahasiswa tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Garut. Dalam aspirasi dan orasinya, mereka menekankan kepada bupati dan wakil bupati Garut terpilih, untuk selalu berpihak terhadap rakyat, dan tidak diharapkan keberpihakannya diprioritaskan kepada alur mata rantai para pendukung atau timsuksesi, yang lebih ditakutkan lagi bupati terpilih dalam menjalankan roda pemrintahan kabupaten Garut, hanyalah sosok wayang yang diigelkan oleh sang dalang yang berkedok kontrak kontrak politik yang terselubung dan menguntungkan segelintir kelompok ,Demikian orasi yang diteriakan Kordinator aksi SEMMI Garut Angga Kusuma Wijaya.Disamping itu Semmi juga menuntut bupati dan wakil dalam menjalankan tufoksinya dengan penuh tanggung jawab dan memihak rakyat kecil dan berani membela rakyat yang lemah serta SEMMI menekankan kepada bupati terpilih untuk benar benar mendukung ,mewujudkan dan melaksanakan transfaransi serta partisipasi masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten Garut,serta SEMMI juga akan menuntut lengser Ceng Fikri dan Diki Candra dari kursi bupati dan wakil bupati apabila keduanya dalam bertugas tidak semsuai amanah rakyat.Dibagian lain, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai melantik dan mengambil sumpah jabatan pasangan Bupati dan wakil Bupati Garut terpilih, pasangan Aceng Fikri dan Rd Diki Candra, di aula gedung paripurna DPRD Garut siang tadi,yang disaksikan oleh unsur muspida sewilayah priangan timur, dan segenap berbagai elemen msayrakat kabupaten Garut ,berharap bahwa msayrakat Garut harus dapat menerima kehadiran bupati dan wakil bupati garut yang baru yang merupakan hasil proses demokratisasi hasil dari pemilihan msayrakat garut sendiri jadi tidak ada alasan lain untuk tidak mendukung bupati Garut yang baru meski dipilih bukan dari partai politik melainkan dari perseorangan namun sudah menjadi kewajiban berbagai elemen msayrakat dari mulai Eksekutif, legislatif dasn segenap masyarakat Garut, untuk mendukung kehadiran eksistensi bupati garut terpilih periode 2009 2014. (Irwan Rudiawan)
Pelantikan Bupati dan wakil bupati garut terpilih Pasangan Aceng Fikri dan Diki Candra di gedung DPRD Garut, diwarnai aksi unjuk rasa, Puluhan aktivis mahasiswa tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Garut. Dalam aspirasi dan orasinya, mereka menekankan kepada bupati dan wakil bupati Garut terpilih, untuk selalu berpihak terhadap rakyat, dan tidak diharapkan keberpihakannya diprioritaskan kepada alur mata rantai para pendukung atau timsuksesi, yang lebih ditakutkan lagi bupati terpilih dalam menjalankan roda pemrintahan kabupaten Garut, hanyalah sosok wayang yang diigelkan oleh sang dalang yang berkedok kontrak kontrak politik yang terselubung dan menguntungkan segelintir kelompok ,Demikian orasi yang diteriakan Kordinator aksi SEMMI Garut Angga Kusuma Wijaya.Disamping itu Semmi juga menuntut bupati dan wakil dalam menjalankan tufoksinya dengan penuh tanggung jawab dan memihak rakyat kecil dan berani membela rakyat yang lemah serta SEMMI menekankan kepada bupati terpilih untuk benar benar mendukung ,mewujudkan dan melaksanakan transfaransi serta partisipasi masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten Garut,serta SEMMI juga akan menuntut lengser Ceng Fikri dan Diki Candra dari kursi bupati dan wakil bupati apabila keduanya dalam bertugas tidak semsuai amanah rakyat.Dibagian lain, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai melantik dan mengambil sumpah jabatan pasangan Bupati dan wakil Bupati Garut terpilih, pasangan Aceng Fikri dan Rd Diki Candra, di aula gedung paripurna DPRD Garut siang tadi,yang disaksikan oleh unsur muspida sewilayah priangan timur, dan segenap berbagai elemen msayrakat kabupaten Garut ,berharap bahwa msayrakat Garut harus dapat menerima kehadiran bupati dan wakil bupati garut yang baru yang merupakan hasil proses demokratisasi hasil dari pemilihan msayrakat garut sendiri jadi tidak ada alasan lain untuk tidak mendukung bupati Garut yang baru meski dipilih bukan dari partai politik melainkan dari perseorangan namun sudah menjadi kewajiban berbagai elemen msayrakat dari mulai Eksekutif, legislatif dasn segenap masyarakat Garut, untuk mendukung kehadiran eksistensi bupati garut terpilih periode 2009 2014. (Irwan Rudiawan)
Rabu, 21 Januari 2009
Gadis Hilang Ingatan Tewas Terpanggang Api saat Terlelap Tidur
Garut,RRI
Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Garut, tepatnya di wilayah Kecamatan Wanaraja. Selain telah menimbulkan kerugian material, musibah kebakaran rumah tersebut juga telah merenggut korban jiwa penghuninya. nasib naas dialami Yati (23). Gadis warga Kampung Kaum, RT 02/03, Desa/Kecamatan Wanaraja ini, menemui ajalnya secara mengenaskan dalam sebuah peristiwa kebakaran, Kamis (22/1) sekitar pukul 05.10 WIB. Korban terperangkap api ,saat dia dalam kondisi tengah terlelap tidur.Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Drs. Dikdik Hendrajaya, M.Si., mengutarakan, rumah berukuran 35 m2 milik seorang janda, Ny. Mamah (65) tersebut, dihuni oleh lima orang. Selain Ny Mamah, di rumah tersebut juga tinggal empat orang anggota keluarganya, yaitu Engkus (30), Harti (25), Yati (23), serta Maya (19). Namun saat kejadian, yang berada di dalam rumah hanya Yati yang
saat itu masih tertidur di dalam kamarnya.perkirakan, saat tersadar dari tidurnya, saat itu kobaran api sudah begitu besar sehingga korban yang disinyalir dalam kondisi hilang ingatan, tak sempat lagi menyelamatkan dirinya hingga akhirnya tewas terpanggang. "Sedangkan jumlah kerugian material yang timbul akibat kebakaran tersebut, berdasarkan laporan, diperkirakan mencapai Rp 75 juta. Dan saat ini Ny. Mamah beserta anggota keluarganya yang lain, terpaksa diungsikan ke rumah saudaranya,hingga kini penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.........insert. lebih jauh diungkapkan Dikdik, meski saat ini masih musim hujan, namun angka musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Garut masih terbilang cukup tinggi. Oleh karena itu, untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tak diharapkan, atasnama Pemerintah Kabupaten Garut, Dikdik menghimbau agar masyarakat
menjaga lingkungannya dan meningkatkan kewaspadaan, serta akan lebih baik lagi jika kembali mengaktifkan Siskamling. Irwan rudiawan
Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Garut, tepatnya di wilayah Kecamatan Wanaraja. Selain telah menimbulkan kerugian material, musibah kebakaran rumah tersebut juga telah merenggut korban jiwa penghuninya. nasib naas dialami Yati (23). Gadis warga Kampung Kaum, RT 02/03, Desa/Kecamatan Wanaraja ini, menemui ajalnya secara mengenaskan dalam sebuah peristiwa kebakaran, Kamis (22/1) sekitar pukul 05.10 WIB. Korban terperangkap api ,saat dia dalam kondisi tengah terlelap tidur.Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Drs. Dikdik Hendrajaya, M.Si., mengutarakan, rumah berukuran 35 m2 milik seorang janda, Ny. Mamah (65) tersebut, dihuni oleh lima orang. Selain Ny Mamah, di rumah tersebut juga tinggal empat orang anggota keluarganya, yaitu Engkus (30), Harti (25), Yati (23), serta Maya (19). Namun saat kejadian, yang berada di dalam rumah hanya Yati yang
saat itu masih tertidur di dalam kamarnya.perkirakan, saat tersadar dari tidurnya, saat itu kobaran api sudah begitu besar sehingga korban yang disinyalir dalam kondisi hilang ingatan, tak sempat lagi menyelamatkan dirinya hingga akhirnya tewas terpanggang. "Sedangkan jumlah kerugian material yang timbul akibat kebakaran tersebut, berdasarkan laporan, diperkirakan mencapai Rp 75 juta. Dan saat ini Ny. Mamah beserta anggota keluarganya yang lain, terpaksa diungsikan ke rumah saudaranya,hingga kini penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.........insert. lebih jauh diungkapkan Dikdik, meski saat ini masih musim hujan, namun angka musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Garut masih terbilang cukup tinggi. Oleh karena itu, untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tak diharapkan, atasnama Pemerintah Kabupaten Garut, Dikdik menghimbau agar masyarakat
menjaga lingkungannya dan meningkatkan kewaspadaan, serta akan lebih baik lagi jika kembali mengaktifkan Siskamling. Irwan rudiawan
9 Warga Garut Kembali Terserang DBD
Garut,RRI (kamis,22 Jan,09)
Susfek Demam Berdarah Danggue (DBD) kembali menyerang 9 orang warga Kp. Sukaregang Pasantren, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut kota.kesembilan orang warga tersebut, secara bergiliran terpaksa harus menjalani rawat inap di rumah sakit umum dr. Selamet Garut, selama beberapa hari. Dari ke 9 orang tersebut, 7 orang diantaranya,dinyatakan positif terjangkit DBD .Seperti yang diutarakan salah satu warga setempat, Holisoh, mengaku, bahwa dirinya bersama ketiga sanak saudaranya, serta beberapa orang tetangga lainnya, terserang penyakit DBD tersebut, sejak dua minggu yang lalu. Bahkan, hingga malam tadi, secara bergiliran warga yang terserang DBD terus bertambah.Sementara,sebagai bentuk upaya pencegahan dan penaggulangan dini, baru dari puskesmas setempat yang memonitor dan meninjau warga yang terserang DBD itu, dan pihak puskesmas sempat memberikan obat pencegahan jenis abate.Warga setempat sangat berharap untuk dilakukan pengasapan (voging), dari dinas kesehatan Garut, sebagai lembaga kompetensi yang bertanggung jawab atas pencegahan penyebran virus nyamuk aides agepty terebut.Dibagian lain,Kepala Bidang pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Garut Dede Romansyah, dihubungi RRI melalui telepon mengatakan, untuk penanggulangan lebih lanjut, pihaknya menunggu hasil laporan dari rumah sakit umum dr selamat Garut, apabila pihak rumah sakit sudah dapat menyimpulan banyaknya warga yang dinyatakan positif terjangkit DBD ,maka pihak dinas kesehatan akan segera mengambil langkah untuk melakukan upaya prefentif dengan melakukan pengasapan (voging). Dede mengakui hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak rumah sakit umum dr selamet garut terkait penyakit DBD yang menyerang warga kp Sukaregang Pasantren tersebut... Irwan Rudiawan Thea
Susfek Demam Berdarah Danggue (DBD) kembali menyerang 9 orang warga Kp. Sukaregang Pasantren, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut kota.kesembilan orang warga tersebut, secara bergiliran terpaksa harus menjalani rawat inap di rumah sakit umum dr. Selamet Garut, selama beberapa hari. Dari ke 9 orang tersebut, 7 orang diantaranya,dinyatakan positif terjangkit DBD .Seperti yang diutarakan salah satu warga setempat, Holisoh, mengaku, bahwa dirinya bersama ketiga sanak saudaranya, serta beberapa orang tetangga lainnya, terserang penyakit DBD tersebut, sejak dua minggu yang lalu. Bahkan, hingga malam tadi, secara bergiliran warga yang terserang DBD terus bertambah.Sementara,sebagai bentuk upaya pencegahan dan penaggulangan dini, baru dari puskesmas setempat yang memonitor dan meninjau warga yang terserang DBD itu, dan pihak puskesmas sempat memberikan obat pencegahan jenis abate.Warga setempat sangat berharap untuk dilakukan pengasapan (voging), dari dinas kesehatan Garut, sebagai lembaga kompetensi yang bertanggung jawab atas pencegahan penyebran virus nyamuk aides agepty terebut.Dibagian lain,Kepala Bidang pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Garut Dede Romansyah, dihubungi RRI melalui telepon mengatakan, untuk penanggulangan lebih lanjut, pihaknya menunggu hasil laporan dari rumah sakit umum dr selamat Garut, apabila pihak rumah sakit sudah dapat menyimpulan banyaknya warga yang dinyatakan positif terjangkit DBD ,maka pihak dinas kesehatan akan segera mengambil langkah untuk melakukan upaya prefentif dengan melakukan pengasapan (voging). Dede mengakui hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak rumah sakit umum dr selamet garut terkait penyakit DBD yang menyerang warga kp Sukaregang Pasantren tersebut... Irwan Rudiawan Thea
Oknum Anggota TNI Bekingi Preman Akan Ditindak Tegas Kodim 0611 Garut
Garut,RRI (kamis,22 jan,09)
- Dandim 0611/Garut, Letkol Inf. Herman Djatmiko mengemukakan Dalam asfek pengamanan teritorial pihaknya akan memprioritaskan atau mefokuskan terhadap bagian wilayah Garut selatan yang berbatasan langsung dengan laut lepas samudra hindia dan benua Australia yang dinilai sebagai ancaman eksternal terhadap teritoria NKRI yang harus diwaspadai.Sementara untuk menghadapi ancaman internal khsususnya di kabupaten Garut pihaknya akan merancang konsep strategi pembinaan teritorial yang lebih mengedepakan pendekatan sosial kepada berbagai lapisan dan komponen masyarakat Hal itu ditegaskan Dandim 0611 Garut Letkol inf. Herman Djantmiko saatmengunjungi dapur wartawan bagian imformatika setda Garut. Dibagian lain HErman juga mengemukakan pendekatan serta jalinan kemitraan dengan berbagai kalangan masyarakat termasuk dengan pers,disamping dimaksudkan sebagai perekat kontek silaturahmi juga meningkatkan kualitas kebersamaan mewujudkan Garut yang kondusif.Herman Djatmiko juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas bagi oknum anggota TNI yang bernaung dalam kesatuan kodim 0611 yang kerap membekingi atau membeckup preman berkedok pengusaha yang bertaburan di kabupaten Garut.. Irwan Rudiawan
- Dandim 0611/Garut, Letkol Inf. Herman Djatmiko mengemukakan Dalam asfek pengamanan teritorial pihaknya akan memprioritaskan atau mefokuskan terhadap bagian wilayah Garut selatan yang berbatasan langsung dengan laut lepas samudra hindia dan benua Australia yang dinilai sebagai ancaman eksternal terhadap teritoria NKRI yang harus diwaspadai.Sementara untuk menghadapi ancaman internal khsususnya di kabupaten Garut pihaknya akan merancang konsep strategi pembinaan teritorial yang lebih mengedepakan pendekatan sosial kepada berbagai lapisan dan komponen masyarakat Hal itu ditegaskan Dandim 0611 Garut Letkol inf. Herman Djantmiko saatmengunjungi dapur wartawan bagian imformatika setda Garut. Dibagian lain HErman juga mengemukakan pendekatan serta jalinan kemitraan dengan berbagai kalangan masyarakat termasuk dengan pers,disamping dimaksudkan sebagai perekat kontek silaturahmi juga meningkatkan kualitas kebersamaan mewujudkan Garut yang kondusif.Herman Djatmiko juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas bagi oknum anggota TNI yang bernaung dalam kesatuan kodim 0611 yang kerap membekingi atau membeckup preman berkedok pengusaha yang bertaburan di kabupaten Garut.. Irwan Rudiawan
Korban Tewas Salh Tembak Asep Saefulmilah Disambut Histeris Keluarga
Garut,RRI (rabu,21 jan,09)
Korban salah tembak kembali terulang, kali ini menimpa Asep Saepul milah, 18, asal warga Kampung Gadog Desa Sirnajaya Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Kedatangan jenazah yang diantar dengan menggunakan ambulance pihak RS Sartika Asih pada pukul 11.00 siang itu disambut tangis histeris keluarga dan rekan-rekan korban. Bahkan, pihak keluarga belum
menerima kematian korban. Sebab polisi terkesan menutup-nutupi
peristiwa ini, dan polisi juga belum memberikan keterangan mengenai
proyektil peluru. Anak bungsu dari pasangan Ili dan Rosidah ini di makamkan di kampung Cikapunduhan Desa Sirna jaya Kecamatan Pasirwangi Kabuapetn Garut pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya korban yang sudah dibungkus dengan kain kafan tersebut langsung di sholatkan di masjid Al-Ikhlas yang
tak jauh dari rumah keluarganya. Sementara kakak Ipar korban, Nanang MS, 43, mengaku tidak menerima akan kematian adiknya. Bahkam Nanang meminta agar Kapolda Jabar Timur Pradopo menindak tegas atas insiden kasus penembakan yang menimpa adik iparnya ini. Duka mendalam pun begitu terlihat dari wajah kedua orang tua Asep. Terutama Rosidah ibunya, dia mengaku terkejut begitu mendapat kabar bahwa anak bungsu dari tujuh bersaudara itu meninggal secara tidak wajar. Bahkan sebelum Asep meninggal, tidak ada pirasat buruk. Tapi, sebelumnya korban pernah bercerita dua hari yang lalu, katanya dia mimpi dikasih daging mayat yang disimpan dengan piring kecil (pisin) dari seorang warga, Sementara kakanya Hendi menuturkan, sebelum korban meninggal akibat salah tembak yang dilakukan oleh salah seorang petugas polsek kepolisian polsek regol Bndung tengah dipelataran parkir metro bilyar bandung, sekitar pukul 18.30 adiknya dijemput oleh kedua temanya Erwin dan Gera dan diajak bermain di Metro Biliar ITC Kebon Kalapa
Kota Bandung. Tak lama kemudian , sekitar pukul 24..00 WIB, Hendi
memdapat kabar dari telepon sesorang, bahwa adiknya tewas mengenaskan di tempat biliar dan kini berada di RS Sartika Asih Bandung . Asep yang merupakan penjual daging ayam di Pasar Kembar itu yang memang kerap bermain biliar tersebut, mengalami luka di bagian leher belakang akibat kena bacokan golok, dan leher bolong tembus telinga akibat tertembak.Dari informasi yang dihimpun RRI Bripka Hendri pelaku penembakan asep saat ini berada di Polres Bandung tengah untuk dimintai keterangan terkait kejadian insiden penembakan dan juga perkelahian yang menyebabkan tewasnya Asep. Selain itu, dua orang rekan korban Gera dan Nanang serta seorang pelayan Metro Bilard turut pula diperiksa di Polresta Bandung Tengah. Irwan Rudiawan
Korban salah tembak kembali terulang, kali ini menimpa Asep Saepul milah, 18, asal warga Kampung Gadog Desa Sirnajaya Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Kedatangan jenazah yang diantar dengan menggunakan ambulance pihak RS Sartika Asih pada pukul 11.00 siang itu disambut tangis histeris keluarga dan rekan-rekan korban. Bahkan, pihak keluarga belum
menerima kematian korban. Sebab polisi terkesan menutup-nutupi
peristiwa ini, dan polisi juga belum memberikan keterangan mengenai
proyektil peluru. Anak bungsu dari pasangan Ili dan Rosidah ini di makamkan di kampung Cikapunduhan Desa Sirna jaya Kecamatan Pasirwangi Kabuapetn Garut pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya korban yang sudah dibungkus dengan kain kafan tersebut langsung di sholatkan di masjid Al-Ikhlas yang
tak jauh dari rumah keluarganya. Sementara kakak Ipar korban, Nanang MS, 43, mengaku tidak menerima akan kematian adiknya. Bahkam Nanang meminta agar Kapolda Jabar Timur Pradopo menindak tegas atas insiden kasus penembakan yang menimpa adik iparnya ini. Duka mendalam pun begitu terlihat dari wajah kedua orang tua Asep. Terutama Rosidah ibunya, dia mengaku terkejut begitu mendapat kabar bahwa anak bungsu dari tujuh bersaudara itu meninggal secara tidak wajar. Bahkan sebelum Asep meninggal, tidak ada pirasat buruk. Tapi, sebelumnya korban pernah bercerita dua hari yang lalu, katanya dia mimpi dikasih daging mayat yang disimpan dengan piring kecil (pisin) dari seorang warga, Sementara kakanya Hendi menuturkan, sebelum korban meninggal akibat salah tembak yang dilakukan oleh salah seorang petugas polsek kepolisian polsek regol Bndung tengah dipelataran parkir metro bilyar bandung, sekitar pukul 18.30 adiknya dijemput oleh kedua temanya Erwin dan Gera dan diajak bermain di Metro Biliar ITC Kebon Kalapa
Kota Bandung. Tak lama kemudian , sekitar pukul 24..00 WIB, Hendi
memdapat kabar dari telepon sesorang, bahwa adiknya tewas mengenaskan di tempat biliar dan kini berada di RS Sartika Asih Bandung . Asep yang merupakan penjual daging ayam di Pasar Kembar itu yang memang kerap bermain biliar tersebut, mengalami luka di bagian leher belakang akibat kena bacokan golok, dan leher bolong tembus telinga akibat tertembak.Dari informasi yang dihimpun RRI Bripka Hendri pelaku penembakan asep saat ini berada di Polres Bandung tengah untuk dimintai keterangan terkait kejadian insiden penembakan dan juga perkelahian yang menyebabkan tewasnya Asep. Selain itu, dua orang rekan korban Gera dan Nanang serta seorang pelayan Metro Bilard turut pula diperiksa di Polresta Bandung Tengah. Irwan Rudiawan
Selasa, 20 Januari 2009
Banyak Pejabat Garut Endapkan Kendaraan inventaris Dinas
Garut,RRI (rabu, 21 Jan, 09)
Dari sekian banyak mobil inventaris dinas yang tidak jelas rimbanya, baru 8 unit kendaran yang baru dikembalikan oleh mantan maupun oleh pejabat yang masih aktif, setingkat eselon dua dan tiga yang terkena rotasi dan mutasi jabatan. Demikian diungkapkan Sekertaris Daerah sekda Kabupaten Garut Wowo Wibowo.Namun, Wowo tidak mau mengemukakan secara gamblang, terkait para pejabat yang belum mengembalikan mobil inventaris dinas milik pemerintah itu.Meski demikian, Wowo menghimbau kepada para pejabat terkait, untuk segera mengembalikan mobil inventaris tersebut. Pasalnya, masih banyak pejabat yang baru menempati pos atau unit unit SKPD dilingkungan pemkab Garut, yang belum mendapatkan mobil inventaris dinas untuk dipakai seperlunya, terutama, untuk kepentingan kedinasan bukan digunakan untuk kepentingan keluarga seperti yang terjadi selama ini......Seharusnya, para pejabat pemkab Garut menurut Wowo,menyadari dan bisa mencontoh wakil bupati Garut sebagai pucuk peimpinan kabupaten Garut yang pernah mengeluarkan kebijakan bahwa bupati mempunyai hak untuk mendapatkan fasilitas kendaraan dengan harga ringan, namun wakil bupati menolak hal itu, dan lebih memprioritaskan bawahannya yang berada diunit unit SKPD Garut.Delapan kendaraan yang sudah diinventarisir oleh bagian aset BPKD Garut yang notabene sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan barang dan aset daerah, selanjutnya akan didistribusikan kepada para pejabat yang belum memiliki kendaraan dinas tersebut sebelum ditetapkan dalam SK Bupati. Irwan Rudiawan
Dari sekian banyak mobil inventaris dinas yang tidak jelas rimbanya, baru 8 unit kendaran yang baru dikembalikan oleh mantan maupun oleh pejabat yang masih aktif, setingkat eselon dua dan tiga yang terkena rotasi dan mutasi jabatan. Demikian diungkapkan Sekertaris Daerah sekda Kabupaten Garut Wowo Wibowo.Namun, Wowo tidak mau mengemukakan secara gamblang, terkait para pejabat yang belum mengembalikan mobil inventaris dinas milik pemerintah itu.Meski demikian, Wowo menghimbau kepada para pejabat terkait, untuk segera mengembalikan mobil inventaris tersebut. Pasalnya, masih banyak pejabat yang baru menempati pos atau unit unit SKPD dilingkungan pemkab Garut, yang belum mendapatkan mobil inventaris dinas untuk dipakai seperlunya, terutama, untuk kepentingan kedinasan bukan digunakan untuk kepentingan keluarga seperti yang terjadi selama ini......Seharusnya, para pejabat pemkab Garut menurut Wowo,menyadari dan bisa mencontoh wakil bupati Garut sebagai pucuk peimpinan kabupaten Garut yang pernah mengeluarkan kebijakan bahwa bupati mempunyai hak untuk mendapatkan fasilitas kendaraan dengan harga ringan, namun wakil bupati menolak hal itu, dan lebih memprioritaskan bawahannya yang berada diunit unit SKPD Garut.Delapan kendaraan yang sudah diinventarisir oleh bagian aset BPKD Garut yang notabene sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan barang dan aset daerah, selanjutnya akan didistribusikan kepada para pejabat yang belum memiliki kendaraan dinas tersebut sebelum ditetapkan dalam SK Bupati. Irwan Rudiawan
Langganan:
Postingan (Atom)