Sabtu, 07 Februari 2009

PKS NILAI PERMUTADAN MENCORENG WAJAH GARUT

Garut,RRI (sabtu 7 pebuari 09 )

,Ketua Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Ahab Syihabudin, yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut, yang membidangi pemerintahan, menilai fenomena terjadinya pemurtadan agama tersebut telah 'mencoreng wajah' Kabupaten Garut beserta masyarakat muslim-nya.Terlebih lagi Garut, yang terkategori kabupaten agamis, gudangnya para santri dan kiayi.disamping harus dilakukannya pembinaan yang merupakan tanggung jawab bersama pemriantah daerah juga harus mewujudkan kondisi sosial masyarakat yang adil dan sejahtera, sehingga adanya fenomena tersebut dapat dipandang sebagai indikasi lemahnya perhatian pemerintah dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat,Seperti yang selama ini berlangsung, implementasi pelayanan kesehatan kepada rakyat miskin di lapangan seperti di rumah sakit masih belum menjadi prioritas utama, demikian pula pelayanan alokasi Raskin (beras untuk masyarakat miskin) yang banyak tidak sesuai dengan harapan penerima manfaat. Akibatnya masyarakat kehilangan panutan dan pegangan hendak ke mana mereka mengadu dan berkeluh kesah, kemudian secara bersamaan datanglah kelompok tertentu yang dianggap sebagai 'dewa penyelamat'.termasuk fenomena permurtadan tersebut "Karena itu, sangat diharapkan peristiwa tersebut bisa dijadikan sebagai 'cambuk' masyrakat Garut , termasuk kaum Muslimin dan Ormas Islam, juga pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya konkrit menebar Ukhuah Islamiah serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.Irwan Rudiawan

AKIBAT KEMISKINAN PULUHAN WARGA GARUT MURTAD

Garut, RRI (sabtu 7 pebuari 09 )
-Dari 5263 orang warga desa karangtengah kecamatan kadungora garut 2.830 diantaranya merupakan warga dibawah garis kemiskinan dan hal itu merupakan salah satu indikator penyebab terjadinya 32 orang warga setempat melakukan pemurtadan (berpidah agama) sejak 16 Januari 2009 lalu.Meski terdapat penyebab lainnya seperti masih rendahnya pemahaman mereka terhadap aqidah Islam, bahkan kini 26 orang diantaranya telah kembali memeluk agama Islam, namun akar permasalahannya berupa kesulitan ekonomi masyarakat harus segera ditanggulangi,hal itu diungkapkan Camat Kadungora Aang Suhana saat dihubungi RRI melalui telpon cellulernya Menurut Aang Penanggulangan itu harus dilakukan agar yang telah kembali meyakini aqidahnya semula,juga warga di sekitar lingkungannya,tidak terbuai kembali melakukan pemurtadan agama dengan alasan kesulitan ekonomi.Sebanyak 2.830 warga di desa tersebut, rata-rata berpenghasilan berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu setiap hari. Bahkan penghasilan sejumlah itu, kerap tidak bisa diperoleh rutin setiap hari, jika tidak mendapatkan peluang menjadi buruh bangunan ataupun mendapatkan pekerjaan serabutan lainnya,Oleh sebab itu, institusi teknis terkait di tingkat Kabupaten Garut, diharapkan segera mengambil langkah-langkah lebih konkrit di bidang peningkatan ekonomi masyarakat Desa karangtengah.Langkah tersebut misalnya, berupa pengaktifan berbagai program stimulan serta usaha ekonomi produktif lainnya yang bersifat mendidik bagi mata pencaharian jangka menengah dan jangka panjang penduduk.Sekitar 3.339 ha luasan lahan desa karang tengah , merupakan salah satu dari 14 desa di Kecamatan Kadungora yang sebagian besar wilayahnya berlahan pertanian pangan, namun mayoritas penduduknya hanya sebagai buruh tani, yang tidak setiap hari dapat bekerja dan memperoleh upah.Sementara, terkait sisa enam orang lainnya yang telah terlanjur pindah agama, kini masih belum diketahui pemahaman agama yang mereka anut dan yakini, karena dua orang berpindah domisili ke Kecamatan Cisewu serta empat orang lainnya bermukim terpencar di luar wilayah Kecamatan Kadungora Garut. Irwan Rudiawan

Jumat, 06 Februari 2009

LANGGAR DISIPLIN TIGA ANGGOTA POLRES GARUT DIJATUHI SANGSI HUKUM

Garut,RRI (jumat 6 pebuari 09)
Tiga dari empat orang anggota Kepolisian Resor (Polres) Garut, dikenakan sanksi disiplin karena dinyatakan bersalah telah melanggar disiplin sebagai anggota kepolisian. Hal tersebut terungkap dalam sidang disiplin terhadap empat anggota kepolisian yang digelar di aula Mapolres Garut, Jumat (6/2). Sidang disiplin itu sendiri dilakukan menyusul tewasnya Ucu (45)seorang sopir
truk pengangkut pasir warga Pakenjeng Garut belum lama ini , setelah sempat terjadi
terjadi perselisihan paham dengan para anggota polisi tersebut.Adapun ketiga anggota polisi yang dijatuhi sanksi tersebut, masing-masing Bripka Asep Deni yang dikenai sanksi berupa penundaan pendidikan selama satu tahun, hukuman 21 hari, serta mutasi. Aipda Jajang, hukuman 14 hari dan Briptu Nanang mutasi dan hukuman selama 21 hari. Sedangkan seorang
anggota lainnya, yaitu Bripda Agus, lolos dari pemberian sanksi karena dianggap tidak terbukti melakukan pelanggaran disiplin. Wakapolres Garut, Kompol Dicky Mulyana, ditemui usai sidang, membenarkan adanya tiga orang anggotanya yang dijatuhi sanksi karena melakukan pelanggaran disiplin.mengenai tudingan tentang adanya penodongan pistol yang dilakukan salah
seorang anggota kepada korban, dikatakan Dicky, dalam persidangan terungkap para saksi tidak ada yang melihat secara langsung hal tersebut. Saat itu, dari keterangan enam saksi yang dihadirkan dalam persidangan, mereka hanya mengakui mendengar ada suara pukulan keras terhadap mobil korban.Sementara itu untuk langkah selanjutnya yang akan dilakukan polres Garut , diakui Dicky, pihaknya saat ini sedang mencari kepastian tentang apa penyebab
dari kematian korban.Irwan Rudiawan

Kamis, 05 Februari 2009

Peace Generation Sarana Perdamaian Anak Sekolah

Garut,RRI (kamis 5 pebuari 09)

Sedikitnya 60 guru yang terdiri dari TK hingga SMA Se-Kabupaten Garut dibekali pelatihan pendidikan damai yang diselenggarakan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Garut dan Cahaya Foundation di Hotel Tirtagangga Cipanas Garut, kemarin.“Pelatihan Training of Trainers (ToT) pendidikan damai selama dua hari itu diikuti perwakilan guru-guru mulai TK, SD, SMP dan SMA,” kata Ketua Panitia Iyus Suryana Enam pelatih (trainer) dari Bandung yang terdiri dari Eric lincoln, Ayi Yanuar, Ahmad Zahrir, Davi, Ani Fahani, dan Iim memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar pendidikan damai yang nantinya akan diajarkan kepada ribuan anak siswa Se-Kabupaten Garut.Forum anak adalah sebuah wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan hak-hak dan aspirasi mereka. Melalui forum itu anak-anak belajar berbagai ketrampilan hidup seperti seni, dan lain-lain. Sehingga, melalui pelatihan ini tenaga pendidik diharapkan dapat menyebarluaskan damai ke seluruh pelosok Garut. “Guru-guru dan remaja Garut merupakan asset pembangunan bangsa yang dapat menjadi agen perdamaian dan turut melestarikannya,” kata Program Manager Ahmad Zahir Modul pelatihan yang digunakan adalah buku ‘Peace Generation’ yang ditulis oleh Irfan Amalee dan Eric Lincoln dan telah direvisi serta disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Buku tersebut memuat 12 pelajaran dasar perdamaian. Diantaranya, bagaimana berdamai dengan diri sendiri, no curiga no prsangka, menerima perbedaan dan tetap berteman.Beda kenyakinan nggak usah musuhan, tidak diskriminatif, laki-laki perempuan sama-sama manusia, kaya nnggak sombong miskin nggal minder, Ngegank, Indahnya perbedaan, konflik bikin kamu dewasa, Pake otak jangan maen otot, berani mengaku salah dan tidak pelit memberi maaf kepada seseorang,dan memberi maaf merupakan inti dari pelajaran yang sangat bermanfaat bagi anak-anak Garut.Selain itu, para peserta melakukan inagurasi, dengan menggambar pemandangan, nyanyi bersama serta melakukan persentasi cara menyampaikan bahasa yang baik terhadap siswa didik, yang di bimbing oleh salah seorang trainer. Mereka, komitmen siap menjadi agen perdamaian dimanapun mereka berada dan siap untuk membangun jaringan pejuang perdamaian serta akan ikut aktif berpartisipasi didalam semua kegiatan perdamaian baik di Garut maupun di luar Garut.Trainer Eric Lincoln mengatakan, pelatihan perdamaian di Kabupaten Garut ini merupakan pertama kali dilaksanakan, dan untuk diketahui kata Eric, kegiatan ini bukan hanya di gelar di Garut saja. Melainkan di beberapa kota besar lainnya, seperti Aceh Nanggroe Darusalam (NAD), Kalimantan, Sulawesi, Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa kota lainnya.Eric yang kebangsaan Amerika ini mengaku, tinggal di Indonesia sudah 15 tahun, dia tinggal di Jalan Lodaya Bandung.Lebih Jauh Eric juga mengatakan, upaya mencegah konflik bukan pekerjaan yang mudah. Semua pihak harus terlibat dalam membangun kesamaan persepsi tentang perdamaian.“Membangun persepsi tentang perdamaian pada masyarakat harus dimulai dari generasi muda terutama anak-anak. memberikan pendidikan tentang perdamaian di sekolah menjadi sangat penting untuk dilakukan,” kata pria bule yang lahir 23 Maret 1960 ini.Organisasi yang dibentuk pada 2007 lalu ini telah berhasil membuat buku paket tentang pendidikan perdamaian atau pendidikan Peace Generation. Sekarang buku tersebut telah di cetak dan kerjasama dengan penerbit Gramedia. “Sejak dini pelajar harus mulai dilatih untuk menghargai perbedaan di masyarakat sebab banyak kasus kekerasan atau konflik yang terjadi disebabkan adanya salah komunikasi antara pihak yang satu dengan yang lain,” tuturnya. (IrwaN Rudiawan)

Masyarakat Kerap Artikulasikan HMI Garut Sebagai Gerakan Destruktif

Garut,RRI (kamis 5 pebuari 09)

Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Garut, Andri Kurniawan menilai, kasus tewasnya Ketua DPRD Sumatra Utara (sumut) Abdul Azis Angkat dalam peristiwa unjuk rasa menuntut pemekaran tapanuli utara untuk mendapatkan persetujuan dari DPRD yang berakhir anarkis di gedung dewan sumut, merupakan bagian dari kerasnya kultur aktifis dan mahasiswa indonesia bagian timur terlepas dari muatan aspirasi murni atau ditumpangi disamping itu juga penyebab lainnya adalah ketidakseimbangan antara kekuatan pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian. Dalam kontek aksi gerakannya, HMI cukup mendukung, namun HMI tidak sepakat jika aksi sudah diluar batas atau garis komando, apalagi hingga menimbulkan korban jiwa.Andri Kurniawan mengakui, jika aksi HMI selama ini tidak jarang dan selalu diartikulasikan pada hal hal yang destruktif namun HNMI Garut senantiasa membuat pola aksi yang lebih akomodatif dan elegan dalam menyikapi berbagai persoalan atau isu panas yang berkembang dikabupaten Garut....Dibagian lain HMI Garut menyarankan kepada aparat kepolisian sebagai lembaga kopetensi dalam setiap pengamanan unjuk rasa, peristiwa unjuk rasa anarkis di sumatra utara yang hingga menelan korban jiwa itu diharapkan dapat menjadi proyeksi kedepan dalam mengestimasi atau mengukur kekuatan pengunjuk rasa yang dilakukan oleh organisasi masyarakat dan aktifis lainnya yang harus diimbangi oleh kekuatan aparat kemanan yang ekstra ketat dan hal itu sebagai penyeimbang dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh para demontran.Irwan Rudiawan. Irwan Rudiawan

Rabu, 04 Februari 2009

SATPOL PP GARUT JARING 25 PNS DALAM OPERASI RUTIN GDN

Garut,RRI (KAMIS 5 PEBUARI 09)
- Sebanyak 25 pegawai Pemkab dan Setda Garut yang terjaring operasi GDN (Gerakan Disiplin Nasional) Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) pemkab Garut , 23 diantaranya merupakan pegawai perempuan yang umumnya kalangan ibu-ibu.Kepala Satpol PP garut , HB Afif di Garut,kamis , mengatakan, karyawan pemkab yang terjaring adalah mereka yang berkeliaran meninggalkan tugas dari kantor masing-masing pada saat saat jam kerja , antara pukul 11.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB.saat ditangkap rata rata mereka tengah asik berada pusat perbelanjaan seperti di Toserba Asia, Toserba Yogya, Garut Plaza bahkan di toko kelontongan dan warung nasi, sebagai sangsi hukum, mereka yang terjaring akan mendapat peringatan keras secara tertulis yang selanjutnya akan segera disampaikan kepada unsur Pimpinannya masing-masing untuk diproses lebih lanjut. Operasi rutin GDN tersebut akan semakin gencar dilaksanakan,dan jika ternyata ada yang terjaring kembali masih pegawai yang sama, maka sanksinya akan semakin berat.Operasi itu, bertujuan untuk meningkatkan kualitas disiplin pegawai, yang diindikasikan semakin banyak berkeliaran ketika berlangsung waktu kerja dengan pakaian dinas.kasatpol PP burhanudin apip mengaku pihaknya juga banyak masukan dari masyarakat terkait banyaknya karyawan pemda garut yang berkeliaran pada jam kantor hingga terkesan tidak disiplin dan hanya menikmati gaji buta. Dibagian lain, jajaran Satpol - PP juga akan segera menggelar operasi penertiban iklan kampanye menjelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2009, pada lintasan jalur hijau dan sejumlah bundaran juga di kawasan perkotaan termasuk lintasan jalan protokol.Begitu juga penertiban para pedagang kaki lima. Diharapkan mereka menertibkan diri sebelum dilakukan razia rutin maupun secara besar-besaran dalam waktu dekat ini.Irwan Rudiawan

GGW TUDING KEJARI TERIMA ALIRAN DANA MAMIN

Garut,RRI (kamis 5 pebuari 09)
Keseriusan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dalam menangani kasus korupsi dana makan dan minum (mamin) di lingkungan Setda Garut yang telah menimbulkan kerugian uang negara mencapai Rp 6,2 miliar, masih dipertanyakan sejumlah kalangan. Selama ini, Kejari dianggap belum optimal dalam menangani kasus tersebut akibat adanya aliran dana mamin yang diterima oknum kejaksaan. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Garut Governaunce Watch (GGW), Agus Sugandi, SH.,(kamis 5 jan09) Gandi menegaskan , salah satu indikator tidak adanya keseriusan pihak Kejari dalam menangani kasus mamin ini, dibuktikan dengan belum tersentuhnya "aktor" dibalik kasus mamin yang mempunyai peranan sangat penting hingga terjadi penyelewengan dana yang sangat besar tersebut. "Keterangan hampir semua saksi dalam persidangan, menyebutkan bahwa peranan AH sebagai aktor dalam kasus mamin ini sangat besar. Namun anehnya, pihak Kejari seolah segan untuk "menyentuh" aktor tersebut," sesal Gandi.
Agus Gandi megakui , hasil investigasi yang dilakukan GGW, telah menemukan bukti-bukti adanya aliran dana mamin kepada oknum kejaksaan. Hal inilah menurutnya yang kiranya telah membuat langkah pihak Kejari dalam menangani kasus mamin ini seolah menemui kendala.
Kepada pihak Majelis Hakim yang menangani kasus tersebut, Gandi meminta benar-benar memberikan keadilan hukum untuk warga Garut. Adanya ketidakseriusan pihak kejaksaan dalam menangani kasus ini, diharapkan Agus, tidak diikuti oleh sikap Majelis Hakim. adanya oknum-oknum kejaksaan yang kotor karena telah menikmati dana mamin ini, dapat dipahami benar oleh pihak Majelis Hakim sehingga dalam penanganan kasus ini, Majelis Hakim tidak terpengaruh pihak kejaksaan........ sementara itu Kejaksasaan negri garut membantah tudingan GGW tersebut, Kasubsi Penyidikan Kejari Garut yang juga anggota Tim Penanganan Kasus Mamin, Neneng Rahmawati, SH., MH., dengan tegas membantahnya. Menurut Neneng, sepengetahuannya, tak ada seorangpun jaksa yang menerima lairan dana mamin tersebut. pihaknya sangat menyesalkan sikap GGW yang mengaku punya bukti adanya aliran dana mamin terhadap oknum jaksa dan hanya mengungkapkannya terhadap wartawan. Padahal, menurutnya, jika benar GGW mempunyai bukti tersebut, kenapa tidak dilaporkannya langsung terhadap pihaknya Menanggapi tudingan GGW lainya bahwa kejaksaan tidak serius tangani "aktor" dibalik kasus mamin ini, Neneng menyatakan, jika saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti lainnya yang bisa menyeret tersangka lainnya. hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan baik terhadap AH, maupun saksi-saksi lainnya terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka lainnya. Irwan Rudiawan