Senin, 26 Januari 2009

Diki Candra Sidak ke Sejumlah Kantor Setda Garut

Garut,RRI (selasa,27,Jan,09)

Mengawali hari kerja pertamanya sebagai wakil bupati Garut Diki Candra melakukan inveksi mendadak (sidak) kesejumlah kantor dinas dan instansi dilingkungan setda Garut, usai apel gabungan dilingkungan setda Garut. Diki Candra yang menyempatkan makan siang dikantin bersama karyawan setda Garut tersebut mengatakan, jika saat ini masih banyak kantor dinas dan instansi dilingkungan pemkab Garut yang harus dibenahi dan diperbaiki seefektif dan seefisien mungkin,lebih ekonomis dan tidak pemborosan terhadap anggaran, menurut Diki yang saat itu tengah mengenakan pakaian seragam khas pemda tersebut berkelakar, apabila kondisi bangunan fisik kantor terlihat nyaman maka akan berpengaruh terhadap nuansa dan suasana dilingkungan kerja itu sendiri. Irwan Rudiawan`

KORBAN LONGSOR MANDALAWANGI GARUT TUNTUT PEMERATAAN GANTI RUGI

Garut,RRI (selasa,27 jan, 09)
- Sebanyak 250 orang warga Kabupaten Garut, Barat yang menjadi korban bencana longsor dan banjir lumpur gunung Mandalawangi tahun 2002, Selasa siang mendatangi gedung DPRD setempat guna menuntut pemerataan pembayaran ganti rugi.Aksi ratusan warga Kecamatan Kadungora itu menuntut pihak DPRD turun tangan karena pembayaran ganti rugi hanya diterima sebagian warga korban.Pengadilan Negeri Garut mengabulkan gugatan warga korban bencana alam kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk membayar ganti rugi Rp2,5 miliar.
Menurut Deden dan Rosyad, diantara rombongan warga yang datang ke gedung DPRD Garut, mereka mendapatkan informasi ratusan warga lainnya telah lama mendapatkan pembayaran ganti rugi.Sebanyak 250 orang warga datang menggunaan 23 unit angkot dan menggunakan sepeda motor termasuk ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka. Perwakilan warga diterima para anggota dewan di ruang rapat paripurna utama, yang juga antara lain hadir Camat Kadungora Aang Suhana dan Kepala Dinas Kehutanan setempat Edy Muharam. Kalangan DPRD Garut mengemukakan secara bergantian masih dilakukannya evaluasi APBD 2009 oleh Gubernur, sehingga menjadi penyebab lambatnya penyaluran dana yang nilai totalnya mencapai Rp 2,5 miliar, Sementara itu para pengunjukrasa terus berorasi termasuk kalangan ibu-ibu
secara bergantian menuntut hak mereka, yang selama ini dinilai belum diperoleh secara adil.Irwan Rudiawan

Aceng Fikri Optimalkan Fungsi Staf Ahli Bupati

Garut,RRI(SELASA 27,JAN 09)
- Bupati Kabupaten Garut , Aceng HM Fikri mengawali kerja pertamanya berjanji akan memberdayakan staf ahli sesuai bidang keahlian untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.pihaknya akan mendesak badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (bapejakat) pemkab Garut untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi (tufoksi) kelima staf ahli bupati yang berada disetda Garut agar berfungsi secara maksimal.demikian ditegaskan Aceng Fikir usai menggelar apel gabungan di lapangan setda Garut tadi pagi. Aceng yang baru sepekan dilantik dengan nada humor mengatakan "padahal ada lima staf ahli kok bupati yang terdahulu bisa masuk penjara, Aceng Fikiri berharap para staf ahli tersebut dapat menymbangkan pemikiran untuk kemajuan pembangunan kabupaten Garut.Sementara itu Wakil Bupati Garut, Diky Candra yang juga pemain sinetron mengaku mendapat kabar tentang lima orang staf ahli yang ada di Garut selama ini hanya makan gaji buta."untuk Kedepannya tentu tidak perlu lagi terjadi, karena pemikiran dari para staf ahli yang terdiri dari para birokrat senior itu sangat dibutuhkan sebagai masukan bagi perencanaan dan kebijakan pembangunan," ucapnya.
Kelima staf ahli juga diminta untuk dapat menyediakan format segar dan cerdas termasuk dalam mengurai bahkan menghilangkan ego sektoral yang selama ini masih membelenggu di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Menurut Bupati Aceng HM Fikri, adanya dukungan optimal SKPD dalam melengkapi kebijakannya yang telah disepakati bersama, dengan melakukan tugas pembinaan, pengawasan serta pengendalian supaya tidak mudah melakukan penyimpangan, yang harus sedini mungkin dicegah dan diingatkannya.Juga diingatkan pentingnya seluruh jajaran menyamakan kerangka berpikir untuk bekerjasama dan berbagai tugas dengan tetap menjalin dan memelihara komunikasi publik, namun jangan menutup mata terhadap kekurangan, katanya.Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Garut mendapatkan ucapan selamat dari ribuan pegawai di lingkungan Pemkab dan Setda Garut, bersilaturahmi dan
bersalaman secara bergiliran di lapangan apel Sekda tersebut.Irwan Rudiawan

Minimnya Rambu dan Pembatas jalan Salah satu Indikator Terperosoknya BIs Kramatjati

Garut,RRI (selasa,27,Jan,09)

Kepala Dinas perhubungan kabupaten Garut HIlman Farid mengungkapkan,pasca indikasi terperosoknya bus KRamat Djati bernomor polisi D 7859 DA jurusan Wonosobo Bnadung sedalam 80 M lebih yang menewaskan 6 orang dan puluhan lainnya luka luka di KP.Parahulu,Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Garut belum dapat disimpulkan,namun terindikasi kuat akibat spori yang mengantuk.Hilman Farid mengakui jika jalur Garut utara antara lintasan Malangbong Tasimalaya -Bandung yanga merupakan jalur profinsi atau negara merupakan wilayah titik rawan kecelakaan yang diperparah oleh minimnya rambu rambu lalulintas yang memerlukan penambahan dan harus direcovery kembali. Disamping itu, kondisi insfratuktur syarat tikungan tajam yang diapit oleh sisi kiri dan kanan jurang sehingga banyak kendaraan baik roda maupun empat mengalami overway disetiap tikungan sehingga diperlukan tambahan pembangunan tembok pemngaman diantara dua sisi jurang tersebut,jik perlu menurut Hilman insfratukturnya diganti dengan gatheril yang terbuat dari logam juga ditammbah dengan lampu lampu peringatan lainnya.Untuk 2009 Dinas perhubungan Garut telah mengususlkan perbaikan insfratuktur sesuai dengan rengan rekayasa managemen lalu lintas,termasuk penambahan fasilitas lalu lintas lainnya. IRwan Rudiawan